May 2, 2026

LPI Al Azhaar Tulungagung

LPI Al Azhaar Tulungagung | Membina Generasi Robbani (sma, smk, smp, sd, mi, tk dan paud)

Kegiatan Pembekalan Manasik Haji Mandiri dan Qiyamulail, Rangkaian Milad Al Azhaar ke-33

Tulungagung, 1 Mei 2026. Dalam rangka menyemarakkan Milad ke-33, Lembaga Pendidikan Al Azhaar menggelar Pembekalan Manasik Haji Mandiri yang dirangkai dengan Qiyamulail bersama. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama menuju puncak Milad Al Azhaar yang jatuh tepat pada 2 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Acara dimulai sejak ba’da Isya, Kamis 1 Mei 2026, bertempat di kompleks utama Al Azhaar tepatnya Gedung Dakwah Ihya Ulumiddin. Para peserta yang terdiri dari seluruh asatidz, pengurus ahli suro, tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memberikan pembekalan spiritual sekaligus teknis seputar pelaksanaan ibadah haji.

Dibuka dengan Dzikir Jamai
Suasana khidmat langsung terasa ketika Ustadz Abidin memimpin pembacaan dzikir jamai menggema di seluruh area, menjadi pembuka yang menenangkan sebelum masuk ke sesi inti. Dzikir bersama ini memang menjadi tradisi Al Azhaar dalam setiap pembukaan acara besar. Tujuannya untuk menyatukan hati dan memohon keberkahan dari Allah Taala agar seluruh rangkaian Milad berjalan lancar.

Usai dzikir, suasana beralih ke sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ustadz Zaen selaku perwakilan pengurus Lembaga Pendidikan Al Azhaar. Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa Milad ke-33 bukan sekadar seremoni ulang tahun lembaga.

Milad ke-33: Pendidikan dan Spiritualitas
Ustadz Zaen menyampaikan bahwa tanggal 2 Mei dipilih bukan tanpa alasan. Selain sebagai hari lahir Al Azhaar 33 tahun silam, tanggal tersebut juga bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Bagi Al Azhaar, ini momentum untuk menegaskan kembali komitmen lembaga dalam memadukan pendidikan formal dengan nilai spiritual.

“Al Azhaar lahir dari rahim perjuangan pendidikan umat. Maka setiap Milad, kita tidak hanya mengenang sejarah, tapi juga mengevaluasi sejauh mana kita menjaga amanah mendidik generasi Qurani yang siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara,” ujar Ustadz Zaen di hadapan peserta.

Beliau juga menyinggung tema besar Milad tahun ini yang mengangkat semangat kemandirian. Dari kelas ke Ka’bah, Mabrur dengan Ilmu, Membagun dengan Pendidikan. Konsep manasik haji mandiri dipilih untuk melatih jamaah agar memahami seluruh rukun dan wajib haji secara detail, tidak bergantung sepenuhnya pada pembimbing. Ini sejalan dengan visi Al Azhaar yang mendorong santri dan wali santri untuk menjadi muslim yang tangguh dan berilmu.

Pembinaan Manasik oleh Ustadz Nurdin
Memasuki sesi inti, Ustadz Nurdin mengambil alih untuk menyampaikan materi pembinaan manasik haji mandiri. Dengan gaya komunikatif, beliau memaparkan tahapan ibadah haji mulai dari ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga thawaf ifadah dan sa’i.

Yang menarik, pembekalan kali ini menggunakan metode simulasi mini. Peserta diajak mempraktikkan cara memakai kain ihram yang benar, membaca niat, serta mempraktikkan doa-doa penting selama di Tanah Suci. Ustadz Nurdin menekankan pentingnya memahami makna setiap rukun, bukan sekadar hafal gerakannya.

“Haji itu panggilan Allah. Kalau kita berangkat dengan ilmu yang cukup, insyaAllah ibadah kita lebih khusyuk dan mabrur. Manasik mandiri ini melatih kita agar tidak bingung saat di sana. Semua harus tahu kenapa kita wukuf, kenapa kita melontar jumrah,” jelasnya.

Selain materi fiqih haji, Ustadz Nurdin juga berbagi tips praktis. Mulai dari menjaga kesehatan selama di Arab Saudi, manajemen waktu saat di Masjidil Haram, hingga adab berinteraksi dengan jamaah dari berbagai negara. Peserta terlihat mencatat dengan serius, beberapa kali sesi tanya jawab juga membuat suasana lebih hidup.

Qiyamulail: Menguatkan Ruhiyah Jamaah
Setelah materi manasik rampung menjelang tengah malam, acara dilanjutkan dengan Qiyamulail bersama. Ini menjadi ciri khas Al Azhaar dalam setiap kegiatan besar. Shalat tahajud, witir, dan munajat dipimpin secara bergantian oleh para asatidz.

Pada momen ini, banyak peserta yang terlihat meneteskan air mata saat doa bersama dipanjatkan. Doa khusus dipersembahkan untuk keberkahan Al Azhaar di usia ke-33, untuk para guru, santri, dan untuk kaum muslimin yang sedang menunaikan ibadah haji tahun ini. Qiyamulail juga menjadi sarana muhasabah, mengingat kembali tujuan utama pendidikan di Al Azhaar yaitu membentuk insan yang dekat dengan Allah.

Rangkaian Milad Masih Berlanjut
Panitia menyampaikan bahwa Pembekalan Manasik Haji Mandiri dan Qiyamulail ini baru satu dari sekian rangkaian Milad ke-33. Puncak acara akan digelar pada 2 Mei 2026 dengan agenda Tabligh Akbar, Bazar Pendidikan, dan Haflah Akhirussanah.

Ketua Panitia Milad, Ustadz Heru Saifudin, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian dirancang untuk melibatkan semua elemen. “Ada lomba untuk santri, seminar parenting untuk wali santri, bakti sosial untuk masyarakat, dan puncaknya nanti jalan sehat bersama. Semangatnya satu: Al Azhaar untuk umat,” terangnya.

Apresiasi dari Peserta
Beberapa wali santri mengaku sangat terbantu dengan adanya pembekalan ini. Ibu Siti Aminah, salah satu peserta yang tahun ini berencana berangkat haji, mengatakan materinya sangat aplikatif. “Saya jadi lebih paham urutan hajinya. Simulasi ihram tadi juga penting sekali, karena kalau salah pakai bisa batal. Alhamdulillah Al Azhaar memfasilitasi ini,” katanya.

Sementara itu, Bapak H. Mahmud mengapresiasi konsep Qiyamulail yang digabung dengan manasik. “Lengkap. Jasmani dapat ilmu, rohani juga diisi. Ini yang bikin Al Azhaar beda. Anak saya sekolah di sini, saya juga ikut terdidik,” ujarnya sambil tersenyum.

Berlangsung Hingga Subuh
Sesuai rencana, kegiatan ini akan berlangsung hingga menjelang Subuh. Setelah Qiyamulail, peserta akan istirahat sejenak lalu dilanjutkan dengan Shalat Subuh berjamaah dan kuliah tujuh menit. Panitia menyiapkan konsumsi sahur ringan bagi peserta yang mengikuti hingga akhir.

Dengan adanya Pembekalan Manasik Haji Mandiri dan Qiyamulail ini, Lembaga Pendidikan Al Azhaar berharap bisa terus menjadi pelopor lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kuat dalam pembinaan spiritual. Tepat di usia ke-33, semangat itu kembali ditegaskan: mendidik generasi, melayani umat, menjemput ridha Allah SWT.

Acara ditutup dengan doa oleh Ustadz Abidin menjelang adzan Subuh berkumandang, menandai berakhirnya malam penuh ilmu dan ibadah dalam rangkaian Milad Al Azhaar ke-33.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.